Tegal Arum Masa Kini

Tulisan singkat aja mengenai perkembangan Tegal Arum saat ini. Siapa sih orang Tegal yang ga kenal ama kereta api satu ini, kereta Tegal Arum. Jurusan Tegal-Jakarta PP. Kereta ekonomi murah meriah.

Dulu, jaman masih kuliah sering banget pake kereta ini buat bolak-balik Tegal – Jakarta. Yah, maklum namanya mahasiswa kere, hihi. Cukup Rp 15.000,- dah sampe rumah. Kalo urusan ke Jakarta, saya emang lebih suka pakai kereta api dari pada pakai bus. Bayangin aja, kereta api sekelas Tegal Arum mempunyai waktu tempuh sekitar 6-7 jam, ga ada jalan berlubang, ga ada macet. Eh, masalah macet sebenernya Tegal Arum ini bisa kena macet sih, terutama pada saat akan keluar atau masuk Jakarta.

Karena kereta ini kereta murah semurah-murahnya, maka kereta ini pun memiliki prioritas paling akhir untuk penggunaan rel. Jadi jangan heran kalau kereta ini sering banget disalip kereta lain, bahkan oleh sesama kereta ekonomi.

Banyak teman-teman saya merasa ga nyaman pakai kereta Tegal Arum ini. Yah, Tegal Arum memang terkenal sebagai kereta yang penuh perjuangan. Mulai dari berdesak-desakan dengan buaaaanyak buanget penumpang, ditambah dijejali para pedagang, penghuni kereta yang baunya macam-macam, sampai jeritan anak-anak kecil.

Kemarin, akhirnya saya memutuskan untuk menggunakan kereta api ini. Bukan menyengaja untuk bernostalgia atau sejenis napak tilas, tapi karena memang tiket kereta api Cirebon Ekspress sudah habis :p. Tiket dipesan sejak hari Selasa. Begitu tiba di Stasiun Jakarta Kota, tampak beberapa orang yang ditahan tidak masuk kereta, ga punya tiket rupanya.

Ya, Tegal Arum saat ini mengharuskan penumpangnya memiliki tiket dengan nomor duduk. Sekarang tidak lagi dijual tiket kereta tanpa nomor duduk. Dan, sepertinya tiket selalu sudah habis ketika hari keberangkatan kereta tersebut. Jadi tiket harus dipesan maksimal 7 hari sebelum keberangkatan.

Sejauh yang saya lihat, Tegal Arum sampai keluar dari Stasiun Jatinegara posisi duduk dan penumpang masih beraturan, sesuai dengan nomor duduk masing-masing. Semua harus bertiket. Bagaimana selepas Stasiun Jatinegara? :D

Ternyata selepas Stasiun Jatinegara, kondisi masih cukup kondusif, cuma ketambahan beberapa pedagang asongan saja. Praktek suap-menyuap yang biasanya terjadi belum terjadi. Apa ga ada praktek suap sama sekali? Hoho, tentu saja masih ada, tapi itu hanya bisa terjadi selepas Stasiun Cikampek. Karena memang ada pengontrolan ulang di Stasiun Cikampek.

Saya yakin, banyak yang masih ga percaya kalau Tegal Arum sudah tidak berdesak-desakan seperti dulu lagi, hehe. Percayalah, sangat jarang orang yang mau bela-belain untuk datang ke Stasiun Cikampek hanya untuk naik kereta Tegal Arum tanpa tiket.

Untuk kondisi saat ini yang tanpa berdesak-desakan, saya katakan Tegal Arum memiliki kondisi yang nyaman seharga Rp 15.000,-. Tolong jangan dibandingkan dengan kondisi nyaman berharga Rp 75.000,- sampai Rp 125.000,-

Selamat menikmati :D


About this entry