Selamat Datang Pengangguran

Setelah melalui proses kuliah yang melelahkan selama kurang lebih 4 tahun, saya mendapatkan satu buah gelar yang sudah saya cita-citakan sejak dulu. Yaitu gelar PENGANGGURAN. Ya, itulah cita-cita saya, menjadi seorang pengangguran. Bagi saya, nganggur itu bukan berarti menjadi hina, bukan berarti tidak memiliki kegiatan, bukan berarti tidak menghasilkan pendapatan, bukan berarti menjadi sampah masyarakat!

Menganggur bagi saya adalah suatu pilihan. Dan sekali lagi, bukan berarti ketika saya memilih menganggur saya tidak melakukan apa-apa. Ya, mungkin pada akhirnya memang akan lebih banyak tidak melakukan apa-apa untuk mengejar materi dunia. Saya memilih untuk menganggur karena jiwa saya merasa harus bebas untuk mewujudkan mimpi-mimpi saya. Saya pikir tidak akan mungkin bisa terwujud jika saya menjadi karyawan yang dibeli waktunya.

Oleh karena itu, saya tidak mau menjual waktu saya. Masih banyak hal yang bisa saya lakukan dengan menganggur. Toh rezeki itu bisa didapatkan di mana saja. Tidak terbatas pada satu ruang atau satu gedung. Tidak hanya ketika sedang menggunakan kemeja berjas berdasi. Bahkan ketika tidur pun rezeki bisa datang.

Kalau kata teman-teman di Gelatik Selam, “Nganggur itu anugerah”. Saya sangat sepakat dengan kalimat itu, nganggur memang sebuah anugerah yang harus disyukuri. Disyukuri dengan tidak menjadi sampah masyarakat, dengan tidak meminta-minta atau berpangku tangan tanpa tindakan.

Kalau nasehat dari teman-teman di JIS Portal, “Jadilah pengangguran profesional”. Yaitu pengangguran yang dapat mengatur waktunya, tenaganya, pikirannya, dan uangnya. Jangan sampai ketika menjadi pengangguran kita tidak disiplin terhadap hal-hal tersebut.

Saya memang tidak memiliki pekerjaan tetap, saya memang tidak memiliki penghasilan tetap. Insya Allah, saya memiliki penghasilan yang terus naik.

Selamat datang pengangguran!

disclaimer : tulisan ini tidak untuk mendiskreditkan bagi yang memilih untuk menjadi karyawan, masing-masing punya pilihan.


About this entry