Jika Kita Pikir Bisa, Maka..

Bismillah..

Bagi anda yang suka mengikuti training-training motivasi, pasti sudah sering mendengarkan kalimat seperti ini.

“Jika kita pikir bisa, maka kita pasti bisa!”

Apakah benar seperti itu? Terkadang kita tidak pernah berpikir kembali. Memikirkan kembali perkataan yang kita ucapkan. Sehingga secara sadar atau tidak terkadang apa yang kita ucapkan tersebut sudah menyangkut masalah aqidah. Seperti kalimat di atas, atau kalimat-kalimat sejenisnya.

Seperti yang sudah mafhum di kalangan umat Islam bahwa Allah memiliki sifat Iradah dan Masyi’ah. Yang mana kekuasaan-Nya adalah mutlak. Tidak bisa diganggu gugat. Apa yang Allah kehendaki pasti akan terjadi dan apa yang tidak dikehendaki-Nya pasti tidak akan terjadi.

Perlu kita ingat, urusan masa depan kita adalah suatu hal yang gaib. Kita tidak tahu apakah di masa yang akan datang nanti kita akan berhasil melakukan apa yang kita inginkan ataukah tidak. Alih-alih mengatakan pasti bisa, lebih baik kita katakan insya Allah. Karena Allah sudah menuntun kita untuk selalu mengatakan insya Allah ketika kita berbicara mengenai apa yang akan kita lakukan, atau tentang masa depan kita.

Akan tetapi, walaupun kita tidak tahu apa yang akan terjadi di masa mendatang. Kita tidak boleh lemah. Tidak boleh patah semangat. Tidak boleh kita berhenti berusaha dengan alasan semua hal sudah ditakdirkan oleh Allah. Ingatlah kita umat Islam memiliki senjata yang paling ampuh, yaitu tawakkal! Ya, Tawakkal lah. Jangan menyerah! Jangan sampai kita menghinakan diri di hadapan manusia.

Yakinlah bahwa setiap orang sudah ditentukan rezekinya. Tinggal bagaimana kita berusaha untuk menggapainya. Jika kita mengalami seret rezeki, coba introspeksi diri. Apa penyebabnya. Kemudian kita telaah kembali bagaimana melancarkan rezeki yang sudah ditetapkan untuk kita. Ingat, semua sudah ditetapkan oleh Allah. Jadi tidak perlu kita pergi ke mbah anu, mbah ini, dan si itu. Bertanya tentang masa depan kita. Meminta simbol-simbol keberuntungan [jimat] untuk kita gantung di tempat-tempat usaha kita. Tidak perlu semua itu, hanya kepada Allah lah kita bergantung.

Demikianlah, untuk memotivasi diri kita, tidak perlu kita menggunakan kalimat-kalimat yang bisa mengikis aqidah kita. Sungguh sangat banyak materi motivasi yang bisa kita dapatkan dari Al Quran dan Al Hadits. Cukuplah dua hal itu menjadi pedoman bagi kita. Insya Allah, kita tidak akan pernah merasa kekurangan, merasa lemah, dan semisalnya.


About this entry